Pembelajaran Merokok dan Bahayanya untuk Tubuh melalui Kegiatan Praktikum di Kelas 8B
SMP Negeri 1 Tanjungpandan
Semester Gazal Tahun Pembelajaran 2024/2025
Selasa, 22 Oktober 2024
Rokok sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Merokok merupakan suatu kegiatan yang sudah membudaya di kalangan orang dewasa. Bahkan di daerah tertentu merokok merupakan suatu keharusan untuk menghormati orang yang lebih tua ataupun budaya di daerah setempat. Bahkan saat ini anak - anak juga sudah terpapar oleh rokok.
Dalam Kemenkes 2024, perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta jiwa dan mayoritas anak muda. Selanjutnya berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) pada 2019, prevalensi perokok pada anak sekolah usia 13-15 tahun naik dari 18,3% (2016) menjadi 19,2% (2019). Sementara itu, data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), diikuti usia 10-14 tahun (18,4%). Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan, karena anak muda adalah generasi yang akan meneruskan pembangunan bangsa.
Merokok merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan di dalam rokok terkandung zat - zat yang mampu menginfeksi dan merusak sistem pernapasan. Dalam satu kali hisapan rokok terdapat sekitar 4.000 zat kimia berbahaya, contohnya tar, karbon monoksida, dan nikotin.
Untuk membuat materi ini menjadi kontekstual dan bermakna bagi murid, maka dilakukan pembelajaran dengan cara praktek dengan tujuan menyelidiki apa yang terjadi pada paru - paru manusia jika merokok. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok serta diberikan LKPD sebagai panduan murid melaksanakan kegiatan praktik.


Komentar
Posting Komentar